{"version":"1.0","provider_name":"Susiana  Samsoedin","provider_url":"https:\/\/susianasamsoedin.com","author_name":"sussiesmd@gmail.com","author_url":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/author\/sussiesmdgmail-com\/","title":"The Manipulator - Susiana Samsoedin","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"BkTFnkWYkn\"><a href=\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2023\/03\/24\/the-manipulator\/\">The Manipulator<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2023\/03\/24\/the-manipulator\/embed\/#?secret=BkTFnkWYkn\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;The Manipulator&#8221; &#8212; Susiana  Samsoedin\" data-secret=\"BkTFnkWYkn\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script type=\"text\/javascript\">\n\/* <![CDATA[ *\/\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(d,l){\"use strict\";l.querySelector&&d.addEventListener&&\"undefined\"!=typeof URL&&(d.wp=d.wp||{},d.wp.receiveEmbedMessage||(d.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if((t||t.secret||t.message||t.value)&&!\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret)){for(var s,r,n,a=l.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=l.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),c=new RegExp(\"^https?:$\",\"i\"),i=0;i<o.length;i++)o[i].style.display=\"none\";for(i=0;i<a.length;i++)s=a[i],e.source===s.contentWindow&&(s.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message?(1e3<(r=parseInt(t.value,10))?r=1e3:~~r<200&&(r=200),s.height=r):\"link\"===t.message&&(r=new URL(s.getAttribute(\"src\")),n=new URL(t.value),c.test(n.protocol))&&n.host===r.host&&l.activeElement===s&&(d.top.location.href=t.value))}},d.addEventListener(\"message\",d.wp.receiveEmbedMessage,!1),l.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",function(){for(var e,t,s=l.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),r=0;r<s.length;r++)(t=(e=s[r]).getAttribute(\"data-secret\"))||(t=Math.random().toString(36).substring(2,12),e.src+=\"#?secret=\"+t,e.setAttribute(\"data-secret\",t)),e.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:t},\"*\")},!1)))}(window,document);\n\/* ]]> *\/\n<\/script>\n","description":"Aku suka nonton film dokumenter. Alasannya karena non-fiksi dan sesuai dengan realita. Ada fakta yang digali dan diceritakan. Selalu ada kesaksian atau satement dari narasumber yang berbeda-beda namun merujuk pada hal yang sama: pembuktian. Minggu ini aku kebut nonton film dokumenter yang lagi nge hits tentang empat pemimpin sekte di Korea yang mengatasnamakan dirinya Tuhan. Filmnya sadis dan keras. Setelah aku nonton sembilan episode film dokumenter tersebut, aku jadi makin yakin kalau apa yang dilakukan empat pemimpin di film tersebut merupakan manifestasi dari &#8220;Sang Manipulator&#8221;. Siapa dia? Menurut Idoceonline.com, manipulator adalah orang yang terampil mendapatkan apa yang diinginkan dengan mengendalikan dan menipu secara cerdik. Dalam hal ini yang ku maksud manipulator adalah Satan (malaikat pemberontak Tuhan dalam agama Kristen Katolik) atau Mara (penggoda Sang Buddha). Beberapa minggu lalu aku pernah bahas mengenai Satan dan Mara di topik Si Penggoda. Minggu ini aku mau share tentang strategi manipulatif mereka terhadap manusia, yang ku dapat dari berbagai sumber. Mara menggoda Sang Buddha untuk mencegah pencapaian pencerahan. Mara, Sang Manipulator menggunakan: Strategi manipulatif tersebut dilakukan oleh keempat pemimpin sekte di film itu. Keengganan untuk hidup suci dimanipulasi lebih, sesuai kesepakatan mereka dengan Mara. Satan menggunakan strategi manipulatif dalam kehidupan sehari-hari. Dia menggunakan strategi: Sikap untuk menghadapi godaan dan manipulasi oleh pihak lain: mindful, sadar dengan mengasah suara hati. Pilih tindakan baik dari suara hati. Praktiknya sulit tapi lebih baik mencoba dari pada tidak sama sekali. Tetaplah berdoa dan berusaha. &#8211; Susiana Samsoedin &#8211;"}