{"id":1061,"date":"2024-11-18T08:57:32","date_gmt":"2024-11-18T08:57:32","guid":{"rendered":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/?p=1061"},"modified":"2024-11-18T09:14:42","modified_gmt":"2024-11-18T09:14:42","slug":"aborsi-dan-pikiran-bawah-sadar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/11\/18\/aborsi-dan-pikiran-bawah-sadar\/","title":{"rendered":"Aborsi dan Pikiran Bawah Sadar"},"content":{"rendered":"<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pexels-pavel-danilyuk-7108416-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1062\" srcset=\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pexels-pavel-danilyuk-7108416-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pexels-pavel-danilyuk-7108416-300x200.jpg 300w, https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pexels-pavel-danilyuk-7108416-768x513.jpg 768w, https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pexels-pavel-danilyuk-7108416-1536x1025.jpg 1536w, https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pexels-pavel-danilyuk-7108416-2048x1367.jpg 2048w, https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pexels-pavel-danilyuk-7108416-1140x761.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber Gambar: Pavel Danilyuk_pexel<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Aku senang mendengarkan argumentasi anakku tentang banyak hal. Salah satunya, kemarin kami diskusi tentang aborsi. <\/p>\n\n\n\n<p>Aku yakin kalian sering mendengar kata ini dan paham tentang arti aborsi.<\/p>\n\n\n\n<p>Kali ini aku mau bahas tentang efek aborsi terhadap pikiran bawah sadar janin dan efek pasca aborsi terhadap yang melakukannya dan pasangannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Ketika janin sudah terbentuk, maka pikiran bawah sadar janin sudah aktif. Janin juga mampu merasakan emosi\u00a0 dari ibu dan bapaknya.\u00a0Dan, ketika ibu dan bapaknya menolak kehadiran janin lewat pikiran dan ucapan, maka janin merasakan emosi tidak diinginkan. Janin merasa tertolak.\u00a0(Gunawan, 2018). Di sisi lain, ketika upaya aborsi gagal, janin akan tumbuh menjadi anak yang tidak percaya diri, tidak punya hubungan yang dekat dengan orangtuanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Rasa bersalah, sedih, menyesal mungkin saja ada di pikiran bawah sadar ibu dan suami pasca aborsi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pikiran bawah sadar ini mungkin saja muncul sewaktu-waktu karena terpicu oleh situasi. Ketika perasaan ini tidak bisa hilang, dan terus menghantui, tentu saja akan mengganggu kehidupan orang yang melakukan aborsi dan pasangannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Berikut testimoni dari seorang ayah yang aku ambil dari psychologytoday.com:<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\">\n<p>I can\u2019t describe the emptiness of the fatherhood lost. The loss of honor and self-respect in skirting my responsibility to be a father, not to mention the taking of my own child\u2019s life, is a very heavy burden indeed. <\/p>\n<cite>                                                                                                        (Twenty-eight years post-abortion)<\/cite><\/blockquote>\n\n\n\n<p>Semua yang aku ceritakan ini, merupakan realita yang terjadi dan diceritakan klien di ruang terapi. Oleh karena itu, seorang terapis yang melaksanakan hipnoterapi, harus melakukan pendekatan empati dengan detached compassion (ini sudah aku bahas beberapa waktu lalu).<\/p>\n\n\n\n<p>Aku paham topik aborsi ini lumayan sensitif untuk dibahas. Aku cuma mau ibu hamil dan suaminya aware akan pikiran, tindakan dan ucapan karena semuanya itu berdampak dalam kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p>Love,<\/p>\n\n\n\n<p>Susiana Samsoedin, M.Pd. CHt\u00ae<\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p>Sumber:<\/p>\n\n\n\n<p>Gunawan, Adi W. Sumber-Sumber Emosi. 2018. <a href=\"https:\/\/www.adiwgunawan.com\/news\/sumber-sumber-emosi\">https:\/\/www.adiwgunawan.com\/news\/sumber-sumber-emosi<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Lamia, Mary C. The Silent, Post-Abortion Grief of Men. September 30, 2022. <a href=\"https:\/\/www.psychologytoday.com\/intl\/blog\/intense-emotions-and-strong-feelings\/202209\/the-silent-post-abortion-grief-of-men.\">https:\/\/www.psychologytoday.com\/intl\/blog\/intense-emotions-and-strong-feelings\/202209\/the-silent-post-abortion-grief-of-men.<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aku senang mendengarkan argumentasi anakku tentang banyak hal. Salah satunya, kemarin kami diskusi tentang aborsi. Aku yakin kalian sering mendengar kata ini dan paham tentang arti aborsi. Kali ini aku mau bahas tentang efek aborsi terhadap pikiran bawah sadar janin dan efek pasca aborsi terhadap yang melakukannya dan pasangannya. Ketika janin sudah terbentuk, maka pikiran bawah sadar janin sudah aktif. Janin juga mampu merasakan emosi\u00a0 dari ibu dan bapaknya.\u00a0Dan, ketika ibu dan bapaknya menolak kehadiran janin lewat pikiran dan ucapan, maka janin merasakan emosi tidak diinginkan. Janin merasa tertolak.\u00a0(Gunawan, 2018). Di sisi lain, ketika upaya aborsi gagal, janin akan tumbuh menjadi anak yang tidak percaya diri, tidak punya hubungan yang dekat dengan orangtuanya. Rasa bersalah, sedih, menyesal mungkin saja ada di pikiran bawah sadar ibu dan suami pasca aborsi. Pikiran bawah sadar ini mungkin saja muncul sewaktu-waktu karena terpicu oleh situasi. Ketika perasaan ini tidak bisa hilang, dan terus menghantui, tentu saja akan mengganggu kehidupan orang yang melakukan aborsi dan pasangannya. Berikut testimoni dari seorang ayah yang aku ambil dari psychologytoday.com: I can\u2019t describe the emptiness of the fatherhood lost. The loss of honor and self-respect in skirting my responsibility to be a father, not to mention the taking of my own child\u2019s life, is a very heavy burden indeed. (Twenty-eight years post-abortion) Semua yang aku ceritakan ini, merupakan realita yang terjadi dan diceritakan klien di ruang terapi. Oleh karena itu, seorang terapis yang melaksanakan hipnoterapi, harus melakukan pendekatan empati dengan detached compassion (ini sudah aku bahas beberapa waktu lalu). Aku paham topik aborsi ini lumayan sensitif untuk dibahas. Aku cuma mau ibu hamil dan suaminya aware akan pikiran, tindakan dan ucapan karena semuanya itu berdampak dalam kehidupan. Love, Susiana Samsoedin, M.Pd. CHt\u00ae Sumber: Gunawan, Adi W. Sumber-Sumber Emosi. 2018. https:\/\/www.adiwgunawan.com\/news\/sumber-sumber-emosi Lamia, Mary C. The Silent, Post-Abortion Grief of Men. September 30, 2022. https:\/\/www.psychologytoday.com\/intl\/blog\/intense-emotions-and-strong-feelings\/202209\/the-silent-post-abortion-grief-of-men.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":true,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[49],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v20.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Aborsi dan Pikiran Bawah Sadar - Susiana Samsoedin<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Ulasan mengenai pikiran bawah sadar janin sebelum aborsi dan pikiran bawah sadar ibu serta suami pasca aborsi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/11\/18\/aborsi-dan-pikiran-bawah-sadar\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Aborsi dan Pikiran Bawah Sadar - Susiana Samsoedin\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ulasan mengenai pikiran bawah sadar janin sebelum aborsi dan pikiran bawah sadar ibu serta suami pasca aborsi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/11\/18\/aborsi-dan-pikiran-bawah-sadar\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Susiana Samsoedin\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-11-18T08:57:32+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-11-18T09:14:42+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pexels-pavel-danilyuk-7108416-1024x683.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sussiesmd@gmail.com\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sussiesmd@gmail.com\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/11\/18\/aborsi-dan-pikiran-bawah-sadar\/\",\"url\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/11\/18\/aborsi-dan-pikiran-bawah-sadar\/\",\"name\":\"Aborsi dan Pikiran Bawah Sadar - Susiana Samsoedin\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-11-18T08:57:32+00:00\",\"dateModified\":\"2024-11-18T09:14:42+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#\/schema\/person\/4545afc26699454cea3177ecdf3faf3e\"},\"description\":\"Ulasan mengenai pikiran bawah sadar janin sebelum aborsi dan pikiran bawah sadar ibu serta suami pasca aborsi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/11\/18\/aborsi-dan-pikiran-bawah-sadar\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/11\/18\/aborsi-dan-pikiran-bawah-sadar\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/11\/18\/aborsi-dan-pikiran-bawah-sadar\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Aborsi dan Pikiran Bawah Sadar\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/\",\"name\":\"Susiana Samsoedin\",\"description\":\"TO CREATE STRONG MENTAL HEALTH AND SPIRIT TO ALL  CHILDREN IN INDONESIA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#\/schema\/person\/4545afc26699454cea3177ecdf3faf3e\",\"name\":\"sussiesmd@gmail.com\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/261dc120ef9aaa08ae0ac81bbe889e4f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/261dc120ef9aaa08ae0ac81bbe889e4f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sussiesmd@gmail.com\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/susianasamsoedin.com\"],\"url\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/author\/sussiesmdgmail-com\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Aborsi dan Pikiran Bawah Sadar - Susiana Samsoedin","description":"Ulasan mengenai pikiran bawah sadar janin sebelum aborsi dan pikiran bawah sadar ibu serta suami pasca aborsi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/11\/18\/aborsi-dan-pikiran-bawah-sadar\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Aborsi dan Pikiran Bawah Sadar - Susiana Samsoedin","og_description":"Ulasan mengenai pikiran bawah sadar janin sebelum aborsi dan pikiran bawah sadar ibu serta suami pasca aborsi.","og_url":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/11\/18\/aborsi-dan-pikiran-bawah-sadar\/","og_site_name":"Susiana Samsoedin","article_published_time":"2024-11-18T08:57:32+00:00","article_modified_time":"2024-11-18T09:14:42+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2024\/11\/pexels-pavel-danilyuk-7108416-1024x683.jpg"}],"author":"sussiesmd@gmail.com","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"sussiesmd@gmail.com","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/11\/18\/aborsi-dan-pikiran-bawah-sadar\/","url":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/11\/18\/aborsi-dan-pikiran-bawah-sadar\/","name":"Aborsi dan Pikiran Bawah Sadar - Susiana Samsoedin","isPartOf":{"@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#website"},"datePublished":"2024-11-18T08:57:32+00:00","dateModified":"2024-11-18T09:14:42+00:00","author":{"@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#\/schema\/person\/4545afc26699454cea3177ecdf3faf3e"},"description":"Ulasan mengenai pikiran bawah sadar janin sebelum aborsi dan pikiran bawah sadar ibu serta suami pasca aborsi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/11\/18\/aborsi-dan-pikiran-bawah-sadar\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/11\/18\/aborsi-dan-pikiran-bawah-sadar\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/11\/18\/aborsi-dan-pikiran-bawah-sadar\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Aborsi dan Pikiran Bawah Sadar"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#website","url":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/","name":"Susiana Samsoedin","description":"TO CREATE STRONG MENTAL HEALTH AND SPIRIT TO ALL  CHILDREN IN INDONESIA","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#\/schema\/person\/4545afc26699454cea3177ecdf3faf3e","name":"sussiesmd@gmail.com","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/261dc120ef9aaa08ae0ac81bbe889e4f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/261dc120ef9aaa08ae0ac81bbe889e4f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sussiesmd@gmail.com"},"sameAs":["http:\/\/susianasamsoedin.com"],"url":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/author\/sussiesmdgmail-com\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1061"}],"collection":[{"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1061"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1061\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1064,"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1061\/revisions\/1064"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1061"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1061"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1061"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}