{"id":1209,"date":"2026-08-06T09:40:34","date_gmt":"2026-08-06T09:40:34","guid":{"rendered":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/?p=1209"},"modified":"2026-08-06T10:09:51","modified_gmt":"2026-08-06T10:09:51","slug":"epidemi-kegilaan-tidak-realistis-delusi-mass-psychosis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2026\/08\/06\/epidemi-kegilaan-tidak-realistis-delusi-mass-psychosis\/","title":{"rendered":"Epidemi Kegilaan, Tidak Realistis, Delusi: Mass Psychosis"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"678\" src=\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/pexels-algrey-11490330-1-1024x678.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1210\" srcset=\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/pexels-algrey-11490330-1-1024x678.jpg 1024w, https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/pexels-algrey-11490330-1-300x199.jpg 300w, https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/pexels-algrey-11490330-1-768x509.jpg 768w, https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/pexels-algrey-11490330-1-1536x1017.jpg 1536w, https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/pexels-algrey-11490330-1-2048x1356.jpg 2048w, https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/pexels-algrey-11490330-1-1140x755.jpg 1140w, https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/pexels-algrey-11490330-1-500x330.jpg 500w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Fenomena yang terjadi beberapa waktu lalu di beberapa daerah, termasuk di Jakarta menyebabkan kerusakan fasilitas umum, penjarahan di rumah-rumah pejabat hingga terjadinya lagi pembelajaran online dan <em>work from home.<\/em> Fenomena sosial ini disebut <em>Mass Psychosis.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p><em>Mass psychosis<\/em> merupakan fenomena epidemi kegilaan yang terjadi saat sebagian besar masyarakat tidak terhubung dengan realitas dan terjerumus dalam delusi. Delusi artinya tidak logis, keyakinan yang keliru<\/p>\n\n\n\n<p>Semua hal yang terjadi mengenai, kenaikan harga, kenaikan tunjangan pejabat, tarian anggota DPR dan wafatnya driver ojol memicu terjadinya mass psychosis yang mendorong sebagian masyarakat terjerumus kedalam gerakan perusakan, pembakaran dan penjarahan.<\/p>\n\n\n\n<p>Selanjutnya, masyarakat yang tadinya tenang dan kalem menjadi terpicu emosinya, sehingga membakar dan merusak fasilitas umum yang dibangun dari hasil pajak rakyat. Sekelompok masyarakat terjerumus dalam delusi, pemikiran dan tindakan yang tidak logis.<\/p>\n\n\n\n<p>Hal ini terlihat dari sebagian masyarakat yang menjarah dengan bangga memperlihatkan hasil jarahannya lewat video. Pertanyaan buat orang tua mereka: apakah mereka mengizinkan anaknya menjarah atau mengajak anaknya menjarah? Aku lihat ada orang tua yang naik motor menjarah barang sambil membawa anak seumuran SD. Bagaimana karakter generasi selanjutnya yang mencontoh perbuatan orang tuanya ?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Contoh <em>Mass Psychosis<\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Contoh <em>mass psychosis <\/em>yang telah terjadi di antaranya<\/p>\n\n\n\n<p>1. Tanganyika Laughter.<\/p>\n\n\n\n<p>Tahun 1962, seorang siswa di Tanzania (saat itu dikenal sebagai Tanganyika), Afrika Timur, mulai tertawa dan menangis\u2014dan tak bisa berhenti. Tak lama kemudian, emosinya menyebar ke setidaknya 1.000 orang dan berlangsung selama lebih dari setahun. Sekolah-sekolah bahkan harus ditutup karena para siswa tertawa dan menangis tanpa henti selama berhari-hari.<\/p>\n\n\n\n<p>2. Wabah menari.<\/p>\n\n\n\n<p>Strasbourg tahun 1518: seorang perempuan di kota itu mulai menari, kemudian, ratusan penduduk mengikutinya dan menari selama berhari-hari tanpa henti, tidak stop untuk makan atau tidur. Beberapa orang bahkan menari sampai mati.<\/p>\n\n\n\n<p>3<strong>.<\/strong> Pembunuhan orang Yahudi pada masa Nazi.<\/p>\n\n\n\n<p><em>Mass psychosis <\/em>disebabkan oleh: pemikiran atau pendapat kelompok yang tidak dievaluasi secara rasional biasanya ada pemimpin yang persuasif, stres dantekanan sosial.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Dampak <em>Mass Psychosis<\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Dampak dari <em>mass psychosis <\/em>mendorong timbulnya masalah baru yaitu:<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama, pekerjaan dan kegiatan pembelajaran terhambat<br>Kedua, kerugian secara finansial karena fasilitas umum yang harus dibangun kembali<br>Ketiga, kerugian waktu untuk bahagia karena rasa takut<\/p>\n\n\n\n<p>Cara menghindar dari <em>mass psychosis<\/em> adalah dengan berpikir sebelum bertindak, bersikap tenang dan tidak terpancing emosi atau tekanan sosial, melakukan relaksasi atau meditasi.<\/p>\n\n\n\n<p>Yuk tingkatkan kesadaran agar tidak mudah terpancing emosi masal.<\/p>\n\n\n\n<p>Love,<br>Susiana Sammsoedin,M.Pd. CHt\u00ae Certified Hypnotherapist<\/p>\n\n\n\n<p>@susianasamsoedin<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Fenomena yang terjadi beberapa waktu lalu di beberapa daerah, termasuk di Jakarta menyebabkan kerusakan fasilitas umum, penjarahan di rumah-rumah pejabat hingga terjadinya lagi pembelajaran online dan work from home. Fenomena sosial ini disebut Mass Psychosis. Mass psychosis merupakan fenomena epidemi kegilaan yang terjadi saat sebagian besar masyarakat tidak terhubung dengan realitas dan terjerumus dalam delusi. Delusi artinya tidak logis, keyakinan yang keliru Semua hal yang terjadi mengenai, kenaikan harga, kenaikan tunjangan pejabat, tarian anggota DPR dan wafatnya driver ojol memicu terjadinya mass psychosis yang mendorong sebagian masyarakat terjerumus kedalam gerakan perusakan, pembakaran dan penjarahan. Selanjutnya, masyarakat yang tadinya tenang dan kalem menjadi terpicu emosinya, sehingga membakar dan merusak fasilitas umum yang dibangun dari hasil pajak rakyat. Sekelompok masyarakat terjerumus dalam delusi, pemikiran dan tindakan yang tidak logis. Hal ini terlihat dari sebagian masyarakat yang menjarah dengan bangga memperlihatkan hasil jarahannya lewat video. Pertanyaan buat orang tua mereka: apakah mereka mengizinkan anaknya menjarah atau mengajak anaknya menjarah? Aku lihat ada orang tua yang naik motor menjarah barang sambil membawa anak seumuran SD. Bagaimana karakter generasi selanjutnya yang mencontoh perbuatan orang tuanya ? Contoh Mass Psychosis Contoh mass psychosis yang telah terjadi di antaranya 1. Tanganyika Laughter. Tahun 1962, seorang siswa di Tanzania (saat itu dikenal sebagai Tanganyika), Afrika Timur, mulai tertawa dan menangis\u2014dan tak bisa berhenti. Tak lama kemudian, emosinya menyebar ke setidaknya 1.000 orang dan berlangsung selama lebih dari setahun. Sekolah-sekolah bahkan harus ditutup karena para siswa tertawa dan menangis tanpa henti selama berhari-hari. 2. Wabah menari. Strasbourg tahun 1518: seorang perempuan di kota itu mulai menari, kemudian, ratusan penduduk mengikutinya dan menari selama berhari-hari tanpa henti, tidak stop untuk makan atau tidur. Beberapa orang bahkan menari sampai mati. 3. Pembunuhan orang Yahudi pada masa Nazi. Mass psychosis disebabkan oleh: pemikiran atau pendapat kelompok yang tidak dievaluasi secara rasional biasanya ada pemimpin yang persuasif, stres dantekanan sosial. Dampak Mass Psychosis Dampak dari mass psychosis mendorong timbulnya masalah baru yaitu: Pertama, pekerjaan dan kegiatan pembelajaran terhambatKedua, kerugian secara finansial karena fasilitas umum yang harus dibangun kembaliKetiga, kerugian waktu untuk bahagia karena rasa takut Cara menghindar dari mass psychosis adalah dengan berpikir sebelum bertindak, bersikap tenang dan tidak terpancing emosi atau tekanan sosial, melakukan relaksasi atau meditasi. Yuk tingkatkan kesadaran agar tidak mudah terpancing emosi masal. Love,Susiana Sammsoedin,M.Pd. CHt\u00ae Certified Hypnotherapist @susianasamsoedin<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":true,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[61],"tags":[67,68,69,63,70],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v20.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Epidemi Kegilaan, Tidak Realistis, Delusi: Mass Psychosis - Susiana Samsoedin<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2026\/08\/06\/epidemi-kegilaan-tidak-realistis-delusi-mass-psychosis\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Epidemi Kegilaan, Tidak Realistis, Delusi: Mass Psychosis - Susiana Samsoedin\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Fenomena yang terjadi beberapa waktu lalu di beberapa daerah, termasuk di Jakarta menyebabkan kerusakan fasilitas umum, penjarahan di rumah-rumah pejabat hingga terjadinya lagi pembelajaran online dan work from home. Fenomena sosial ini disebut Mass Psychosis. Mass psychosis merupakan fenomena epidemi kegilaan yang terjadi saat sebagian besar masyarakat tidak terhubung dengan realitas dan terjerumus dalam delusi. Delusi artinya tidak logis, keyakinan yang keliru Semua hal yang terjadi mengenai, kenaikan harga, kenaikan tunjangan pejabat, tarian anggota DPR dan wafatnya driver ojol memicu terjadinya mass psychosis yang mendorong sebagian masyarakat terjerumus kedalam gerakan perusakan, pembakaran dan penjarahan. Selanjutnya, masyarakat yang tadinya tenang dan kalem menjadi terpicu emosinya, sehingga membakar dan merusak fasilitas umum yang dibangun dari hasil pajak rakyat. Sekelompok masyarakat terjerumus dalam delusi, pemikiran dan tindakan yang tidak logis. Hal ini terlihat dari sebagian masyarakat yang menjarah dengan bangga memperlihatkan hasil jarahannya lewat video. Pertanyaan buat orang tua mereka: apakah mereka mengizinkan anaknya menjarah atau mengajak anaknya menjarah? Aku lihat ada orang tua yang naik motor menjarah barang sambil membawa anak seumuran SD. Bagaimana karakter generasi selanjutnya yang mencontoh perbuatan orang tuanya ? Contoh Mass Psychosis Contoh mass psychosis yang telah terjadi di antaranya 1. Tanganyika Laughter. Tahun 1962, seorang siswa di Tanzania (saat itu dikenal sebagai Tanganyika), Afrika Timur, mulai tertawa dan menangis\u2014dan tak bisa berhenti. Tak lama kemudian, emosinya menyebar ke setidaknya 1.000 orang dan berlangsung selama lebih dari setahun. Sekolah-sekolah bahkan harus ditutup karena para siswa tertawa dan menangis tanpa henti selama berhari-hari. 2. Wabah menari. Strasbourg tahun 1518: seorang perempuan di kota itu mulai menari, kemudian, ratusan penduduk mengikutinya dan menari selama berhari-hari tanpa henti, tidak stop untuk makan atau tidur. Beberapa orang bahkan menari sampai mati. 3. Pembunuhan orang Yahudi pada masa Nazi. Mass psychosis disebabkan oleh: pemikiran atau pendapat kelompok yang tidak dievaluasi secara rasional biasanya ada pemimpin yang persuasif, stres dantekanan sosial. Dampak Mass Psychosis Dampak dari mass psychosis mendorong timbulnya masalah baru yaitu: Pertama, pekerjaan dan kegiatan pembelajaran terhambatKedua, kerugian secara finansial karena fasilitas umum yang harus dibangun kembaliKetiga, kerugian waktu untuk bahagia karena rasa takut Cara menghindar dari mass psychosis adalah dengan berpikir sebelum bertindak, bersikap tenang dan tidak terpancing emosi atau tekanan sosial, melakukan relaksasi atau meditasi. Yuk tingkatkan kesadaran agar tidak mudah terpancing emosi masal. Love,Susiana Sammsoedin,M.Pd. CHt\u00ae Certified Hypnotherapist @susianasamsoedin\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2026\/08\/06\/epidemi-kegilaan-tidak-realistis-delusi-mass-psychosis\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Susiana Samsoedin\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-06T09:40:34+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-06T10:09:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/pexels-algrey-11490330-1-1024x678.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sussiesmd@gmail.com\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sussiesmd@gmail.com\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2026\/08\/06\/epidemi-kegilaan-tidak-realistis-delusi-mass-psychosis\/\",\"url\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2026\/08\/06\/epidemi-kegilaan-tidak-realistis-delusi-mass-psychosis\/\",\"name\":\"Epidemi Kegilaan, Tidak Realistis, Delusi: Mass Psychosis - Susiana Samsoedin\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2026-08-06T09:40:34+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-06T10:09:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#\/schema\/person\/4545afc26699454cea3177ecdf3faf3e\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2026\/08\/06\/epidemi-kegilaan-tidak-realistis-delusi-mass-psychosis\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2026\/08\/06\/epidemi-kegilaan-tidak-realistis-delusi-mass-psychosis\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2026\/08\/06\/epidemi-kegilaan-tidak-realistis-delusi-mass-psychosis\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Epidemi Kegilaan, Tidak Realistis, Delusi: Mass Psychosis\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/\",\"name\":\"Susiana Samsoedin\",\"description\":\"TO CREATE STRONG MENTAL HEALTH AND SPIRIT TO ALL  CHILDREN IN INDONESIA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#\/schema\/person\/4545afc26699454cea3177ecdf3faf3e\",\"name\":\"sussiesmd@gmail.com\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/261dc120ef9aaa08ae0ac81bbe889e4f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/261dc120ef9aaa08ae0ac81bbe889e4f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sussiesmd@gmail.com\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/susianasamsoedin.com\"],\"url\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/author\/sussiesmdgmail-com\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Epidemi Kegilaan, Tidak Realistis, Delusi: Mass Psychosis - Susiana Samsoedin","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2026\/08\/06\/epidemi-kegilaan-tidak-realistis-delusi-mass-psychosis\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Epidemi Kegilaan, Tidak Realistis, Delusi: Mass Psychosis - Susiana Samsoedin","og_description":"Fenomena yang terjadi beberapa waktu lalu di beberapa daerah, termasuk di Jakarta menyebabkan kerusakan fasilitas umum, penjarahan di rumah-rumah pejabat hingga terjadinya lagi pembelajaran online dan work from home. Fenomena sosial ini disebut Mass Psychosis. Mass psychosis merupakan fenomena epidemi kegilaan yang terjadi saat sebagian besar masyarakat tidak terhubung dengan realitas dan terjerumus dalam delusi. Delusi artinya tidak logis, keyakinan yang keliru Semua hal yang terjadi mengenai, kenaikan harga, kenaikan tunjangan pejabat, tarian anggota DPR dan wafatnya driver ojol memicu terjadinya mass psychosis yang mendorong sebagian masyarakat terjerumus kedalam gerakan perusakan, pembakaran dan penjarahan. Selanjutnya, masyarakat yang tadinya tenang dan kalem menjadi terpicu emosinya, sehingga membakar dan merusak fasilitas umum yang dibangun dari hasil pajak rakyat. Sekelompok masyarakat terjerumus dalam delusi, pemikiran dan tindakan yang tidak logis. Hal ini terlihat dari sebagian masyarakat yang menjarah dengan bangga memperlihatkan hasil jarahannya lewat video. Pertanyaan buat orang tua mereka: apakah mereka mengizinkan anaknya menjarah atau mengajak anaknya menjarah? Aku lihat ada orang tua yang naik motor menjarah barang sambil membawa anak seumuran SD. Bagaimana karakter generasi selanjutnya yang mencontoh perbuatan orang tuanya ? Contoh Mass Psychosis Contoh mass psychosis yang telah terjadi di antaranya 1. Tanganyika Laughter. Tahun 1962, seorang siswa di Tanzania (saat itu dikenal sebagai Tanganyika), Afrika Timur, mulai tertawa dan menangis\u2014dan tak bisa berhenti. Tak lama kemudian, emosinya menyebar ke setidaknya 1.000 orang dan berlangsung selama lebih dari setahun. Sekolah-sekolah bahkan harus ditutup karena para siswa tertawa dan menangis tanpa henti selama berhari-hari. 2. Wabah menari. Strasbourg tahun 1518: seorang perempuan di kota itu mulai menari, kemudian, ratusan penduduk mengikutinya dan menari selama berhari-hari tanpa henti, tidak stop untuk makan atau tidur. Beberapa orang bahkan menari sampai mati. 3. Pembunuhan orang Yahudi pada masa Nazi. Mass psychosis disebabkan oleh: pemikiran atau pendapat kelompok yang tidak dievaluasi secara rasional biasanya ada pemimpin yang persuasif, stres dantekanan sosial. Dampak Mass Psychosis Dampak dari mass psychosis mendorong timbulnya masalah baru yaitu: Pertama, pekerjaan dan kegiatan pembelajaran terhambatKedua, kerugian secara finansial karena fasilitas umum yang harus dibangun kembaliKetiga, kerugian waktu untuk bahagia karena rasa takut Cara menghindar dari mass psychosis adalah dengan berpikir sebelum bertindak, bersikap tenang dan tidak terpancing emosi atau tekanan sosial, melakukan relaksasi atau meditasi. Yuk tingkatkan kesadaran agar tidak mudah terpancing emosi masal. Love,Susiana Sammsoedin,M.Pd. CHt\u00ae Certified Hypnotherapist @susianasamsoedin","og_url":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2026\/08\/06\/epidemi-kegilaan-tidak-realistis-delusi-mass-psychosis\/","og_site_name":"Susiana Samsoedin","article_published_time":"2026-08-06T09:40:34+00:00","article_modified_time":"2026-08-06T10:09:51+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/pexels-algrey-11490330-1-1024x678.jpg"}],"author":"sussiesmd@gmail.com","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"sussiesmd@gmail.com","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2026\/08\/06\/epidemi-kegilaan-tidak-realistis-delusi-mass-psychosis\/","url":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2026\/08\/06\/epidemi-kegilaan-tidak-realistis-delusi-mass-psychosis\/","name":"Epidemi Kegilaan, Tidak Realistis, Delusi: Mass Psychosis - Susiana Samsoedin","isPartOf":{"@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#website"},"datePublished":"2026-08-06T09:40:34+00:00","dateModified":"2026-08-06T10:09:51+00:00","author":{"@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#\/schema\/person\/4545afc26699454cea3177ecdf3faf3e"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2026\/08\/06\/epidemi-kegilaan-tidak-realistis-delusi-mass-psychosis\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2026\/08\/06\/epidemi-kegilaan-tidak-realistis-delusi-mass-psychosis\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2026\/08\/06\/epidemi-kegilaan-tidak-realistis-delusi-mass-psychosis\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Epidemi Kegilaan, Tidak Realistis, Delusi: Mass Psychosis"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#website","url":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/","name":"Susiana Samsoedin","description":"TO CREATE STRONG MENTAL HEALTH AND SPIRIT TO ALL  CHILDREN IN INDONESIA","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#\/schema\/person\/4545afc26699454cea3177ecdf3faf3e","name":"sussiesmd@gmail.com","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/261dc120ef9aaa08ae0ac81bbe889e4f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/261dc120ef9aaa08ae0ac81bbe889e4f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sussiesmd@gmail.com"},"sameAs":["http:\/\/susianasamsoedin.com"],"url":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/author\/sussiesmdgmail-com\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1209"}],"collection":[{"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1209"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1209\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1211,"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1209\/revisions\/1211"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1209"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1209"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1209"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}