{"id":928,"date":"2024-05-17T12:40:35","date_gmt":"2024-05-17T12:40:35","guid":{"rendered":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/?p=928"},"modified":"2024-05-20T14:25:03","modified_gmt":"2024-05-20T14:25:03","slug":"kok-gitu-sih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/05\/17\/kok-gitu-sih\/","title":{"rendered":"Kok Gitu Sih?"},"content":{"rendered":"\n<p>Aku pernah marah ketika ada kejadian yang bukan salahku, terus aku disalahkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Aku pernah lihat juga ada pertengkaran di jalan antara pengendara sepeda motor dengan pengendara mobil karena masalah di selak saja. Kesel, marah pasti kalian pernah alami dan lihat juga kan?<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-liza-summer-6383206-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-929\" srcset=\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-liza-summer-6383206-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-liza-summer-6383206-300x200.jpg 300w, https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-liza-summer-6383206-768x512.jpg 768w, https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-liza-summer-6383206-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-liza-summer-6383206-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-liza-summer-6383206-1140x760.jpg 1140w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption class=\"wp-element-caption\">Sumber Gambar: Liza Summer_pexel<\/figcaption><\/figure><\/div>\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><strong>Marah<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Sebetulnya marah ga pa pa. Marah diperlukan agar orang lain tidak melanggar batasan kita. Supaya mereka tahu bagaimana memperlakukan kita dengan baik.<\/p>\n\n\n\n<p>Tapi yang jadi masalah adalah reaksi kita. Ketika orang lain melakukan hal yang kita ga suka, apakah kita langsung reaktif?<\/p>\n\n\n\n<p>Apakah reaksi kita jadi kasar? Memukul atau membalas orang itu dengan kata-kata pedas?<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><strong>Reaktif<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Apa aja sih tanda-tanda orang yang reaktif?<\/p>\n\n\n\n<p>Pertama, mudah banget merasa terhina akan hal kecil. <\/p>\n\n\n\n<p>Kedua, dinilai orang sebagai duri dalam daging. Orang menjadi malas berdekatan karena mencegah keributan atau konflik<\/p>\n\n\n\n<p>Ketiga, kesal ketika hal yang terjadi tidak berjalan sesuai rencana.<\/p>\n\n\n\n<p>Keempat, defensif dan marah ketika ada yang mengkritik.<\/p>\n\n\n\n<p>Kelima, sering merasa tidak berdaya<\/p>\n\n\n\n<p>Kita juga mesti aware akan faktor yang meningkatkan tingkat reaktif emosional:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Depresi. Orang yang depresi lebih reaktif.<\/li>\n\n\n\n<li>Trauma. Ketika berhadapan dengan trauma di masa lalu di masa sekarang, orang lebih cenderung reaktif<\/li>\n\n\n\n<li>Gangguan Kepribadian<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Gimana ya caranya supaya ga reaktif?<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Sering berlatih meditasi. Meditasi bikin tenang pikiran dan jiwa.<\/li>\n\n\n\n<li>Bergaul dengan orang yang positif dan jarang mengeluh.<\/li>\n\n\n\n<li>Jangan cepat bikin asumsi sendiri ketika ada kejadian yang ngeselin.<\/li>\n\n\n\n<li>Tidur yang cukup.<\/li>\n\n\n\n<li>Jangan biarkan trauma masa lalu membuat jadi tambah reaktif.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading has-medium-font-size\"><strong>Merespond<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Memberikan respond lebih baik daripada langsung reaktif. Contoh: ada teman yang berbicara dengan nada tinggi, maka merespond berarti lawan bicara sadar, memikirkan, mempertimbangkan dahulu baru memberikan tanggapan. Reaktif berarti lawan bicara langsung memberikan tanggapan berdasarkan insting tanpa memikirkan dampak positif atau negatif dari tanggapan yang diberikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Merespond berarti berusaha untuk lebih aware akan apa yang akan diucapkan atau dilakukan demi kedamaian hati.<\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote\">\n<p><strong><em>Inner peace begins the moment you choose not to allow another person or event to control your emotions.<\/em><\/strong><\/p>\n<cite>                                                                                                                             <strong>Pema Chodron<\/strong><\/cite><\/blockquote>\n\n\n<div class=\"wp-block-post-date\"><time datetime=\"2024-05-17T12:40:35+00:00\">17 May 2024<\/time><\/div>\n\n\n<p>Susiana Samsoedin<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Referensi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Bastos, Felipe. <em>Respond, don\u2019t React: Taming Stress through Mindful Presence<\/em>. 2021. <a href=\"https:\/\/mindowl.org\/respond-dont-react\/\">https:\/\/mindowl.org\/respond-dont-react\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Betterhelp Editorial Team. <em>Tips For Reducing Emotional Reactivity And Building Emotional Stability.<\/em> 2024. <a href=\"https:\/\/www.betterhelp.com\/advice\/temperament\/how-to-overcome-emotional-reactivity-and-build-emotional-stability\/\">https:\/\/www.betterhelp.com\/advice\/temperament\/how-to-overcome-emotional-reactivity-and-build-emotional-stability\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>Murphy, Amber. <em>How To Stop Being Emotionally Reactive: 13 Techniques That Work<\/em>. 2022. <a href=\"https:\/\/declutterthemind.com\/blog\/stop-being-emotionally-reactive\/\">https:\/\/declutterthemind.com\/blog\/stop-being-emotionally-reactive\/<\/a><\/p>\n\n\n\n<p>theawarenesscentre. <em>How To Stop Being So Emotionally Reactive<\/em>. <a href=\"https:\/\/theawarenesscentre.com\/how-to-stop-being-so-emotionally-reactive\/\">https:\/\/theawarenesscentre.com\/how-to-stop-being-so-emotionally-reactive\/<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aku pernah marah ketika ada kejadian yang bukan salahku, terus aku disalahkan. Aku pernah lihat juga ada pertengkaran di jalan antara pengendara sepeda motor dengan pengendara mobil karena masalah di selak saja. Kesel, marah pasti kalian pernah alami dan lihat juga kan? Marah Sebetulnya marah ga pa pa. Marah diperlukan agar orang lain tidak melanggar batasan kita. Supaya mereka tahu bagaimana memperlakukan kita dengan baik. Tapi yang jadi masalah adalah reaksi kita. Ketika orang lain melakukan hal yang kita ga suka, apakah kita langsung reaktif? Apakah reaksi kita jadi kasar? Memukul atau membalas orang itu dengan kata-kata pedas? Reaktif Apa aja sih tanda-tanda orang yang reaktif? Pertama, mudah banget merasa terhina akan hal kecil. Kedua, dinilai orang sebagai duri dalam daging. Orang menjadi malas berdekatan karena mencegah keributan atau konflik Ketiga, kesal ketika hal yang terjadi tidak berjalan sesuai rencana. Keempat, defensif dan marah ketika ada yang mengkritik. Kelima, sering merasa tidak berdaya Kita juga mesti aware akan faktor yang meningkatkan tingkat reaktif emosional: Gimana ya caranya supaya ga reaktif? Merespond Memberikan respond lebih baik daripada langsung reaktif. Contoh: ada teman yang berbicara dengan nada tinggi, maka merespond berarti lawan bicara sadar, memikirkan, mempertimbangkan dahulu baru memberikan tanggapan. Reaktif berarti lawan bicara langsung memberikan tanggapan berdasarkan insting tanpa memikirkan dampak positif atau negatif dari tanggapan yang diberikan. Merespond berarti berusaha untuk lebih aware akan apa yang akan diucapkan atau dilakukan demi kedamaian hati. Inner peace begins the moment you choose not to allow another person or event to control your emotions. Pema Chodron Susiana Samsoedin Referensi Bastos, Felipe. Respond, don\u2019t React: Taming Stress through Mindful Presence. 2021. https:\/\/mindowl.org\/respond-dont-react\/ Betterhelp Editorial Team. Tips For Reducing Emotional Reactivity And Building Emotional Stability. 2024. https:\/\/www.betterhelp.com\/advice\/temperament\/how-to-overcome-emotional-reactivity-and-build-emotional-stability\/ Murphy, Amber. How To Stop Being Emotionally Reactive: 13 Techniques That Work. 2022. https:\/\/declutterthemind.com\/blog\/stop-being-emotionally-reactive\/ theawarenesscentre. How To Stop Being So Emotionally Reactive. https:\/\/theawarenesscentre.com\/how-to-stop-being-so-emotionally-reactive\/<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":true,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[40,11],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v20.5 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kok Gitu Sih? - Susiana Samsoedin<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/05\/17\/kok-gitu-sih\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kok Gitu Sih? - Susiana Samsoedin\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Aku pernah marah ketika ada kejadian yang bukan salahku, terus aku disalahkan. Aku pernah lihat juga ada pertengkaran di jalan antara pengendara sepeda motor dengan pengendara mobil karena masalah di selak saja. Kesel, marah pasti kalian pernah alami dan lihat juga kan? Marah Sebetulnya marah ga pa pa. Marah diperlukan agar orang lain tidak melanggar batasan kita. Supaya mereka tahu bagaimana memperlakukan kita dengan baik. Tapi yang jadi masalah adalah reaksi kita. Ketika orang lain melakukan hal yang kita ga suka, apakah kita langsung reaktif? Apakah reaksi kita jadi kasar? Memukul atau membalas orang itu dengan kata-kata pedas? Reaktif Apa aja sih tanda-tanda orang yang reaktif? Pertama, mudah banget merasa terhina akan hal kecil. Kedua, dinilai orang sebagai duri dalam daging. Orang menjadi malas berdekatan karena mencegah keributan atau konflik Ketiga, kesal ketika hal yang terjadi tidak berjalan sesuai rencana. Keempat, defensif dan marah ketika ada yang mengkritik. Kelima, sering merasa tidak berdaya Kita juga mesti aware akan faktor yang meningkatkan tingkat reaktif emosional: Gimana ya caranya supaya ga reaktif? Merespond Memberikan respond lebih baik daripada langsung reaktif. Contoh: ada teman yang berbicara dengan nada tinggi, maka merespond berarti lawan bicara sadar, memikirkan, mempertimbangkan dahulu baru memberikan tanggapan. Reaktif berarti lawan bicara langsung memberikan tanggapan berdasarkan insting tanpa memikirkan dampak positif atau negatif dari tanggapan yang diberikan. Merespond berarti berusaha untuk lebih aware akan apa yang akan diucapkan atau dilakukan demi kedamaian hati. Inner peace begins the moment you choose not to allow another person or event to control your emotions. Pema Chodron Susiana Samsoedin Referensi Bastos, Felipe. Respond, don\u2019t React: Taming Stress through Mindful Presence. 2021. https:\/\/mindowl.org\/respond-dont-react\/ Betterhelp Editorial Team. Tips For Reducing Emotional Reactivity And Building Emotional Stability. 2024. https:\/\/www.betterhelp.com\/advice\/temperament\/how-to-overcome-emotional-reactivity-and-build-emotional-stability\/ Murphy, Amber. How To Stop Being Emotionally Reactive: 13 Techniques That Work. 2022. https:\/\/declutterthemind.com\/blog\/stop-being-emotionally-reactive\/ theawarenesscentre. How To Stop Being So Emotionally Reactive. https:\/\/theawarenesscentre.com\/how-to-stop-being-so-emotionally-reactive\/\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/05\/17\/kok-gitu-sih\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Susiana Samsoedin\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-05-17T12:40:35+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-05-20T14:25:03+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-liza-summer-6383206-1024x683.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sussiesmd@gmail.com\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sussiesmd@gmail.com\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/05\/17\/kok-gitu-sih\/\",\"url\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/05\/17\/kok-gitu-sih\/\",\"name\":\"Kok Gitu Sih? - Susiana Samsoedin\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#website\"},\"datePublished\":\"2024-05-17T12:40:35+00:00\",\"dateModified\":\"2024-05-20T14:25:03+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#\/schema\/person\/4545afc26699454cea3177ecdf3faf3e\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/05\/17\/kok-gitu-sih\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/05\/17\/kok-gitu-sih\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/05\/17\/kok-gitu-sih\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kok Gitu Sih?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#website\",\"url\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/\",\"name\":\"Susiana Samsoedin\",\"description\":\"TO CREATE STRONG MENTAL HEALTH AND SPIRIT TO ALL  CHILDREN IN INDONESIA\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#\/schema\/person\/4545afc26699454cea3177ecdf3faf3e\",\"name\":\"sussiesmd@gmail.com\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/261dc120ef9aaa08ae0ac81bbe889e4f?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/261dc120ef9aaa08ae0ac81bbe889e4f?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sussiesmd@gmail.com\"},\"sameAs\":[\"http:\/\/susianasamsoedin.com\"],\"url\":\"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/author\/sussiesmdgmail-com\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kok Gitu Sih? - Susiana Samsoedin","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/05\/17\/kok-gitu-sih\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kok Gitu Sih? - Susiana Samsoedin","og_description":"Aku pernah marah ketika ada kejadian yang bukan salahku, terus aku disalahkan. Aku pernah lihat juga ada pertengkaran di jalan antara pengendara sepeda motor dengan pengendara mobil karena masalah di selak saja. Kesel, marah pasti kalian pernah alami dan lihat juga kan? Marah Sebetulnya marah ga pa pa. Marah diperlukan agar orang lain tidak melanggar batasan kita. Supaya mereka tahu bagaimana memperlakukan kita dengan baik. Tapi yang jadi masalah adalah reaksi kita. Ketika orang lain melakukan hal yang kita ga suka, apakah kita langsung reaktif? Apakah reaksi kita jadi kasar? Memukul atau membalas orang itu dengan kata-kata pedas? Reaktif Apa aja sih tanda-tanda orang yang reaktif? Pertama, mudah banget merasa terhina akan hal kecil. Kedua, dinilai orang sebagai duri dalam daging. Orang menjadi malas berdekatan karena mencegah keributan atau konflik Ketiga, kesal ketika hal yang terjadi tidak berjalan sesuai rencana. Keempat, defensif dan marah ketika ada yang mengkritik. Kelima, sering merasa tidak berdaya Kita juga mesti aware akan faktor yang meningkatkan tingkat reaktif emosional: Gimana ya caranya supaya ga reaktif? Merespond Memberikan respond lebih baik daripada langsung reaktif. Contoh: ada teman yang berbicara dengan nada tinggi, maka merespond berarti lawan bicara sadar, memikirkan, mempertimbangkan dahulu baru memberikan tanggapan. Reaktif berarti lawan bicara langsung memberikan tanggapan berdasarkan insting tanpa memikirkan dampak positif atau negatif dari tanggapan yang diberikan. Merespond berarti berusaha untuk lebih aware akan apa yang akan diucapkan atau dilakukan demi kedamaian hati. Inner peace begins the moment you choose not to allow another person or event to control your emotions. Pema Chodron Susiana Samsoedin Referensi Bastos, Felipe. Respond, don\u2019t React: Taming Stress through Mindful Presence. 2021. https:\/\/mindowl.org\/respond-dont-react\/ Betterhelp Editorial Team. Tips For Reducing Emotional Reactivity And Building Emotional Stability. 2024. https:\/\/www.betterhelp.com\/advice\/temperament\/how-to-overcome-emotional-reactivity-and-build-emotional-stability\/ Murphy, Amber. How To Stop Being Emotionally Reactive: 13 Techniques That Work. 2022. https:\/\/declutterthemind.com\/blog\/stop-being-emotionally-reactive\/ theawarenesscentre. How To Stop Being So Emotionally Reactive. https:\/\/theawarenesscentre.com\/how-to-stop-being-so-emotionally-reactive\/","og_url":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/05\/17\/kok-gitu-sih\/","og_site_name":"Susiana Samsoedin","article_published_time":"2024-05-17T12:40:35+00:00","article_modified_time":"2024-05-20T14:25:03+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/pexels-liza-summer-6383206-1024x683.jpg"}],"author":"sussiesmd@gmail.com","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"sussiesmd@gmail.com","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/05\/17\/kok-gitu-sih\/","url":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/05\/17\/kok-gitu-sih\/","name":"Kok Gitu Sih? - Susiana Samsoedin","isPartOf":{"@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#website"},"datePublished":"2024-05-17T12:40:35+00:00","dateModified":"2024-05-20T14:25:03+00:00","author":{"@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#\/schema\/person\/4545afc26699454cea3177ecdf3faf3e"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/05\/17\/kok-gitu-sih\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/05\/17\/kok-gitu-sih\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/2024\/05\/17\/kok-gitu-sih\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kok Gitu Sih?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#website","url":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/","name":"Susiana Samsoedin","description":"TO CREATE STRONG MENTAL HEALTH AND SPIRIT TO ALL  CHILDREN IN INDONESIA","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#\/schema\/person\/4545afc26699454cea3177ecdf3faf3e","name":"sussiesmd@gmail.com","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/261dc120ef9aaa08ae0ac81bbe889e4f?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/261dc120ef9aaa08ae0ac81bbe889e4f?s=96&d=mm&r=g","caption":"sussiesmd@gmail.com"},"sameAs":["http:\/\/susianasamsoedin.com"],"url":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/author\/sussiesmdgmail-com\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/928"}],"collection":[{"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=928"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/928\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":931,"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/928\/revisions\/931"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/susianasamsoedin.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}