-
AYAH SELINGKUH, KOK SUAMI JUGA SELINGKUH. KENAPA YA BU?
Wajah Dea* yang cantik penuh dengan air mata ketika dia menceritakan kisah hidupnya. Dia ingin berpisah dari suaminya karena suaminya ketahuan berselingkuh. Dea merasa benci dengan suaminya, Ian. Sebetulnya, Dea pernah pergi ke psikolog, akhirnya Dea mencoba untuk ikut sesi hipnoterapi bersamaku. Pikiran bawah sadar Dea membawa Dea ke usia TK dimana dia mengetahui kalau ayahnya berselingkuh. Bagi Dea, ayahnya adalah sosok yang dia jadikan panutan. Ayahnya sangat menyayangi Dea. Sosok ayah yang baik, dan ideal menjadi rusak karena perselingkuhan ini. Dea kecil terluka. Semenjak kejadian itu, ibu Dea selalu memberi afirmasi negatif tentang laki-laki: Laki-laki tukang selingkuh! Laki-laki tidak bisa dipercaya! Luka yang dialami Dea kecilĀ dikonfirmasi oleh imprint…
-
Rasa Tidak Diinginkan Yang Terus Berulang, Di Rumah, Di Kantor: Lelah
Pernahkah emosi negatif dirasakan berulang-ulang terhadap orang yang berbeda-beda? Contohnya, merasa tidak diinginkan lagi dan lagi. Di waktu yang berbeda dengan orang-orang yang berbeda. Hal ini terjadi karena ada bagian diri yang mengalami trauma sehingga merasa tidak diinginkan. Pikian bawah sadar terus mendorong diri ketemu dengan orang, situasi yang membuat diri merasa tidak diinginkan ini sampai tidak reaktif. Pikiran bawah sadar ingin mengatasi trauma lama yang belum sembuh. Ketika diri sudah tidak reaktif terhadap rasa tidak diinginkan atau bahkan hilang dengan timbul rasa berharga, maka diri sudah menjadi diri yang lebih utuh. Makanya, proses ini rasanya sakit dan tidak semua orang berani mengarungi setiap trauma yang dialaminya. Embrace the trauma…
-
Epidemi Kegilaan, Tidak Realistis, Delusi: Mass Psychosis
Fenomena yang terjadi beberapa waktu lalu di beberapa daerah, termasuk di Jakarta menyebabkan kerusakan fasilitas umum, penjarahan di rumah-rumah pejabat hingga terjadinya lagi pembelajaran online dan work from home. Fenomena sosial ini disebut Mass Psychosis. Mass psychosis merupakan fenomena epidemi kegilaan yang terjadi saat sebagian besar masyarakat tidak terhubung dengan realitas dan terjerumus dalam delusi. Delusi artinya tidak logis, keyakinan yang keliru Semua hal yang terjadi mengenai, kenaikan harga, kenaikan tunjangan pejabat, tarian anggota DPR dan wafatnya driver ojol memicu terjadinya mass psychosis yang mendorong sebagian masyarakat terjerumus kedalam gerakan perusakan, pembakaran dan penjarahan. Selanjutnya, masyarakat yang tadinya tenang dan kalem menjadi terpicu emosinya, sehingga membakar dan merusak fasilitas umum…